Beranda Post Ultimatum Anies ke Pemilik Kendaraan: Parkirlah di Rumah

Ultimatum Anies ke Pemilik Kendaraan: Parkirlah di Rumah

63
SHARE
 Ultimatum Anies ke Pemilik Kendaraan: Parkirlah di Rumah

Foto: Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, beberapa waktu lalu (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

 Jakarta (FA) --- Rangkaian kebijakan Gubernur Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta Anies Rasyid Baswedan untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi masih terus berlanjut. Setelah perluasan sistem ganjil-genap yang mulai berlaku 9 September 2019, Anies mewacanakan penutupan sejumlah kantong parkir di ibu kota. Salah satunya adalah kawasan park and ride Thamrin 10, Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Dilansir CNN Indonesia, Anies menjelaskan park and ride Thamrin 10 mampu menampung hingga 70 ribu kendaraan. Apabila ditutup, Anies meyakini keinginan masyarakat menggunakan moda transportasi publik bakal semakin meningkat.

"Anda parkir di Thamrin 10 cukup dengan Rp 5.000 sepanjang hari. Ya siapa yang akan naik kendaraan umum? Semuanya akan pakai (kendaraan pribadi), lebih rasional kan?," katanya kepada wartawan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Ke depan, menurut Anies, park and ride Thamrin 10 itu akan diubah menjadi pusat kegiatan kuliner. Hal itu diklaim eks menteri pendidikan dan kebudayaan itu dapat menggerakkan perekonomian masyarakat kecil dan menengah. 

Selain menutup park and ride Thamrin 10, Pemprov DKI Jakarta juga sedang mengkaji penaikan tarif parkir di ibu kota. Semua itu, kata Anies, disertai harapan agar masyarakat memarkir kendaraan pribadi di rumah dan beralih ke moda transportasi publik.

"Parkirnya? Di rumah. Parkirlah mobil di rumah anda. Sekarang lagi disiapkan dulu. Nanti kalau sudah final pasti diumumkan, tapi enggak lama lagi kok," kata Anies menjelaskan.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (20/8/2019), mengungkapkan rencana penaikan tarif parkir itu akan dieksekusi segera.

"2019. Kalau 2020 mah lama banget. Pak gubernur (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) nggak mau lama-lama," kata Syafrin.

Sementara, titik-titik yang mengalami kenaikan tarif adalah parkir yang dikelola Dishub DKI Jakarta. Sedangkan yang parkir yang dikelola oleh swasta masih akan dibahas lebih lanjut.

Sekadar gambaran, dalam Peraturan Gubernur DKI Jakarta Nomor 31 Tahun 2017, tarif parkir untuk mobil minimal Rp 3.000/jam dan maksimal Rp 12.000/jam. Sedangkan untuk motor minimal Rp 2.000/jam dan maksimal Rp 6.000/jam. Namun, Syafrin belum mengungkapkan besaran kenaikan tarif parkir tersebut.

Perluasan sistem ganjil-genap, penutupan kantong parkir, dan kenaikan tarif parkir masih merupakan bagian dari Instruksi Gubernur Nomor 66 Tahun 2019 tentang Pengendalian Kualitas Udara. Langkah itu ditujukan untuk menekan tingkat polusi yang mencemari ibu kota. Selain itu, sederet langkah pun sudah dilakukan Anies seperti menanam tanaman bugenvil di sepanjang area Sudirman beberapa waktu lalu. Sumber : CNBC Indonesia