Beranda Post DPRK Aceh Besar, Dukung Pengembangan Wisata, Ini Penegasan Yusran Yunus MA Abu Yus

DPRK Aceh Besar, Dukung Pengembangan Wisata, Ini Penegasan Yusran Yunus MA Abu Yus

44
SHARE
DPRK Aceh Besar, Dukung Pengembangan Wisata, Ini Penegasan Yusran Yunus MA  Abu Yus

Ketua Fraksi PAN DPRK Aceh Besar Yusran Yunus, MA,

Kota Jantho (FA) ---- Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Besar mendukung upaya pemerintah mengembangkan objek wisata di Aceh Besar. Pariwisata saat ini menjadi salah satu sumber pemasukan bagi daerah.

Ketua Fraksi PAN DPRK Aceh Besar Yusran Yunus, MA, Pemilihan Dapil II ini mengatakan, pihak legislatif akan menggelar pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) untuk membahas masalah pengembangan berbagai objek wisata di daerah tersebut. Yusran melihat, objek wisata menjadi salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun selama ini belum dikembangkan secara maksimal.

"Kami melihat banyak potensi objek wisata di Aceh Besar, baik Air Terjun Peucari, ie suum, Waduk Keliling dan juga masih banyak objek wisata lainnya," kata Yusran, Selasa (08/10/2019).

Yusran Sapaan Abu Yus juga mengklarifikasi isu yang berkembang jika DPRK kerap mencoret anggaran yang diusulkan terkait pengembangan pariwisata. Menurut Yusran, Dinas Terkait Disparpora mengusulkan anggaran melalui Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) kemudian dimasukkan ke Rencana Kerja dan Anggaran (RKA).

Nah, RKA inilah yang dibahas TAPD dengan DPRK. Selama ini, jelas Yusran, saat pembahasan dengan legislatif, tidak pernah muncul anggaran untuk pengembangan objek wisata. Dia menduga anggaran yang diusulkan Disparpora dicoret TPAD.

"Dewan tidak pernah mencoretnya justru kami lihat sektor-sektor yang menjanjikan sumber PAD itu anggarannya dicukupkan. Artinya orang dinas mengusulkan ke TAPD untuk diteruskan ke RKA, setelah di RKA itu dibahas sama DPR. Waktu di RKA tidak muncul lagi anggaran itu," jelas mantan Ketua Komisi V DPRK Aceh Besar ini.

"Justru yang ada di RKA Disparpora justru saya memperjuangkan apa yang dituangkan dalam RKA dan tidak satupun dicoret, tidak pernah dicoret. Dinasnya ke depan harus mampu meyakinkan TAPD," ungkapnya.

Menurut Abu Yus , DPRK siap membuat qanun-qanun yang dibutuhkan terkait pengembangan objek wisata. Dukungan lain yang diberikan pihak legislatif yaitu terkait dengan anggaran. Pihak dinas diminta untuk memasukkan anggaran terkait pengembangan wisata ke dalam anggaran prioritas.

"DPRK selalu mendukung program-program yang diajukan oleh dinas melalui TAPD. Yang dibahas dewan itu sesuai dokumen RKA," katanya.

Yusran menyebutkan, di Aceh Besar memiliki berbagai objek wisata yang sudah terkenal di kalangan wisatawan maupun beberapa tempat wisata baru. Masyarakat dari Banda Aceh dan Sekitarnya banyak menghabiskan waktu dengan berwisata ke daerah, seperti di Lhoknga dan Lampuuk Pasir Putih.

Selain itu, juga ada tempat wisata di kawasan Lhoong ada Air terjun dan wisata gunung Geuretee. Sejumlah objek wisata di Aceh Besar memiliki pantai dengan pasir putih.

"Makanya untuk itu kami sangat mendukung pengembangan objek wisata yang ada di Aceh Besar yang begitu banyak tempat ikon wisata yang harus di tata lebih bagus," jelas Abu Yus.

Meski demikian, Yusran mengharapkan pemerintah daerah untuk membangun fasilitas ibadah di setiap lokasi wisata. Hal ini untuk menggambarkan Aceh sebagai daerah yang memberlakukan syariat Islam.

"Kita daerah syariat Islam, di lokasi Tempat wisata ada Tempat Beribadah, Seperti halnya MCK dan tempat berwudhuk itu yang representatif lah. Jangan kita semboyankan daerah syariat Islam tapi tapi Pasilitas Pendukung tidak ada," Pungkasnya.[***]